Mencari Bentuk Instrumen Investasi Bagi Generasi Millenial

Mencari Bentuk Instrumen Investasi Bagi Generasi Millenial

Menristekdikti Ingatkan Perguruan Tinggi Agar Ramah bagi Penyandang Disabilitas
Luar biasa ! Mahasiswa UMP Ciptakan Obat Anti Jerawat dari Kulit Semangka
Jalan Sehat Dukung Hardiknas dan Asian Games 2018

Rabu (9/5/2018) Direktorat Hubungan Alumni UI bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) menggelar seminar bertajuk “Investasyik: Cerdas Keuangan Dengan Investasi Masa Kini”, yang berlangsung di Auditorium Vokasi.

Dengan tema investasi, seminar ini mengundang dua pembicara sebagai narasumber, yaitu Deny Sukmana (Head of Endownment Fund BNI-AM), dan Malik Adhi W. (co-founder Investhink Indonesia).

Dalam presentasinya, Malik mengatakan bahwa generasi millenial seperti dirinya, dipicu oleh pengaruh media sosial dan teknologi saat ini, cenderung berpikir jangka pendek daripada jangka panjang.

“Banyak sekali kebutuhan sekunder yang diprioritaskan generasi millenial yang mungkin tidak dimengerti oleh generasi yang lebih tua,” ujar Malik.Ia mencontohkan kebutuhan untuk nongkrong di kafe, restoran dan makanan mewah, kebutuhan mengikuti mode terkini, peranti elektronik terbaru, acara-acara musik, dan kebutuhan untuk bepergian (travelling).

Semua kebutuhan tadi juga menyebabkan generasi millenial tidak terlalu memprioritaskan hal-hal yang menjadi kebutuhan primer pada generasi sebelumnya, seperti rumah, kendaraan pribadi, dan pernikahan.

Salah satu alasan mengapa generasi milenial tidak bisa menabung dan berinvestasi adalah mereka cenderung menghabiskan uang mereka untuk jalan-jalan mencari pengalaman dan mengunjungi tempat-tempat baru.

Padahal, naiknya harga barang di dunia, yang jamak kita sebut inflasi tetap terjadi. Ketika mereka beranjak tua, kebutuhan hidup mereka pun kurang lebih sama banyak dan pentingnya seperti generasi sebelumnya. Itulah sebabnya penting juga bagi generasi milenial untuk belajar mengelola keuangan dan investasi.

Menurut Deny, melihat karakter generasi millenial yang tidak mau berbelit-belit dan menginginkan kepraktisan, maka instrumen investasi yang paling cocok adalah reksadana. Menurutnya, reksadana sangat cocok bagi generasi millenial karena beberapa hal; modal yang kecil, praktis karena pergerakan saham sudah dipantau secara otomatis oleh manajer investasi, dan tidak adanya pajak yang dibebankan untuk instrumen reksadana.

“Reksadana adalah instrumen paling tepat untuk generasi millenial yang serba praktis, fun, dan tidak mau ribet,” tutupnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0